Well, Firstly, the writing I post here isn't my writing. My girlfriend sent this writing to me. Actually I don't want to post this writing since it isn't mine, but knowing how important and inspiring this writing is, I decided to make an exception for it as this writing may become useful for you all. Behind all of these, the reason why I decide to post it even though it isn't mine is that there's someone who claimed she's tough, and yet she isn't close to it at all, moreover, when somebody says that she's spoiled, surprisingly she denies it; she said she's like a kind of Princess Jasmine in Aladdin movie, but when her friend call her princess, she feels uncomfortable. Weak, spoiled, and dependable to others are the reason why I chose to outgo this writing. Hope you can be better and know how to reach success. Last, I don't have time to translate all of this to English, so I hope you can understand this writing in Bahasa Indonesia. Good Reading :) Be Inspired :)
MENGAPA SEBAGIAN BESAR ORANG-ORANG TUA SUKSES TIDAK MAMPU MELAHIRKAN ANAK SUKSES
Apakah fenomena ini juga sepertinya akan terjadi di keluarga kita?
Apakah faktor penyebab utamanya ?
Seringkali
orang tua memiliki niat yg baik, namun sering kali juga niat baik
tersebut ditempuh dengan cara yg kurang tepat sehingga hasilnyapun
mungkin tidak seuai yg diharapkan.
Salah satu penyebab mengapa
ORANG TUA SUKSES TIDAK MELAHIRKAN ANAK-ANAK SUKSES adalah karena adanya
pandangan orang tua sukses yg mengatakan;
"Nanti jika saya sudah
menjadi orang sukses, maka saya tidak ingin pengalaman2 pahit/getir yg
dulu pernah saya alami dan rasakan disepanjang masa kecil saya
dialami/dirasakan kembali oleh anak-anak saya."
Sepintas niat ini
memang baik, sepintas kelihatannya sepertinya benar sebagai wujud cinta
kasih orang tua pada anak, padahal karena pandangan semacam inilah
justru kebanyakan orang tua pada akhirnya tak mampu melahirkan anak-anak
yg sukses seperti dirinya atau bahkan lebih sukses lagi.
Mengapa ?
Coba
perhatikan baik-baik kalimat; "SAYA TIDAK INGIN ANAK SAYA MERASAKAN
KEMBALI PENGALAMAN2 PAHIT/GETIR YG DULU PERNAH SAYA RASAKAN/ALAMI
DISEPANJANG MASA KECIL SAYA".
Sadarkah kita bahwa Sesungguhnya
justru PENGALAMAN DEMI PENGALAMAN PAHIT/GETIR YG KITA RASAKAN INILAH YG
SESUNGGUHNYA TELAH MENEMPA DAN MENGGEMBLENG KITA MENJADI ORANG YG
TANGGUH DAN TEGAR HINGGA AKHIRNYA BISA MENCAPAI SUKSES SEPERTI YG KITA
RAIH SEKARANG INI.
Jadi jika anak kita tidak lagi kita izinkan
untuk bisa merasakan pengalaman demi pengalaman pahit yg dulu pernah
kita alami dan rasakan, jelas saja dia akan menjadi anak yg lemah,tidak
mandiri dan tangguh seperti kita dulu, padahal rata2 orang sukses adalah
orang-orang yg berhasil mengatasi kesulitan demi kesulitan hidup dan
bukan orang yg banyak diberikan kemudahan dan fasilitas oleh orang
tuanya.
Sejarah telah membuktikan bahwa semua orang sukses adalah
orang2 yg hidupnya penuh tantangan dan cobaan dan bukannya penuh
fasilitas dan kemudahan.
Semua cobaan, tantangan, pengalaman getir
dan pahit itulah sesungguhnya sebuah KURIKULUM yg telah dirancang TUHAN
untuk membuat seseorang menjadi manusia sukses dan unggul apa bila bisa
mengatasinya.
Itulah mengapa Jendral Besar Douglas MC Arthur,
dalam surat yg ditulis untuk keluarganya yg dikirim dari Medan Tempur di
Asia Timur, yang berjudul Doa untuk Puteraku.
Sang Jendral tidak
mengijinkan puteranya untuk mendapatkan kemudahan dan fasilitas
sebagaimana kebanyakan doa para orang tua yg selalu meminta pada Tuhan
agar anaknya selalu diberikan KEMUDAHAN dalam mengarungi hidupnya.
Berikut adalah Doa untuk Puteraku dari Sang Jendral Besar yg luar biasa itu.
Tuhanku...
Bentuklah
puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang bangga dan tabah dalam kekalahan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Tetap Jujur dan rendah hati dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.
Tuhanku...
Aku
mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak. Namun,
tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan
tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai dan senantiasa belajar
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.
Ajarilah
dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi, sanggup memimpin dirinya
sendiri, sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.
Tuhanku...
Berikanlah hamba seorang putra yang mengerti makna tawa ceria tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.
namun tak pernah melupakan masa lampau.
Dan, setelah semua menjadi miliknya...
Berikan dia cukup rasa humor sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
namun tetap mampu menikmati hidupnya.
Tuhanku...
Berilah ia kerendahan hati...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki...
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna...
Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud, hamba, ayahnya, dengan berani berkata " Tuhan sungguh hidupku tidaklah sia-sia"
No comments:
Post a Comment